Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak terhadap lingkungan, kesejahteraan ekonomi, dan keberlanjutan pembangunan di banyak negara. Dalam konteks global, posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar dari sektor energi dan penggunaan lahan memperkuat urgensi reformasi kebijakan iklim nasional. Dampak perubahan iklim di Indonesia pun semakin nyata dengan berbagai wujud risiko.
Pertama, bencana alam. Tren kejadian bencana hidrometeorologis dan ekologis terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Misalnya, pada tahun 2025, total kejadian bencana mencapai 6.794 kali dengan estimasi kerugian sekitar Rp3.6 triliun. Selain itu, kenaikan permukaan air laut menjadi ancaman besar. Menurut estimasi, pada tahun 2100 diperkirakan ada 115 pulau Indonesia yang terancam tenggelam akibat kenaikan muka air laut. Bahkan, terdapat 311 kabupaten/kota, 1.643 kecamatan, dan 6.367 desa/kelurahan di wilayah pesisir Indonesia yang kemungkinan akan terdampak oleh perubahan iklim.
